Berapa Kadar Asam Urat Normal?

Berapa Kadar Asam Urat Normal?

Berapa Kadar Asam Urat Normal? – Asam urat terbentuk saat tubuh memecah zat purin. Purin sendiri bisa ditemukan dalam beberapa makanan yang dikonsumsi atau muncul ketika sel-sel mati dan dipisahkan. Jika kadar asam urat normal menjadi berlebihan dalam tubuh, maka dapat terjadi sakit asam urat yang menyebabkan peradangan di bagian persendian.

Berapa Kadar Asam Urat Normal?

Selain itu juga bisa memicu penyakit batu ginjal dan penyakit lainnya. Karena itu, mari upayakan agar kadar asam urat tetap normal. Untuk mengetahui apakah kadar asam urat di dalam tubuh kita normal atau tidak, ada tes medis yang bisa mengukur kadar asam urat dalam darah.

Mungkin Anda pernah mendengar tes ini yaitu tes asam urat, serum urat atau UA (uric acid). Namun pertanyaannya, bagaimana cara membaca hasil tes tersebut untuk melihat apakah kadarnya normal? Berapa kadar asam urat normal? Daripada penasaran, simak penjelasannya berikut ini.


Kadar Asam Urat Normal

Tes asam urat mengukur kadar asam urat dalam mg (miligram) dan mengukur darah dalam dL (desiliter) jadi Anda akan melihat angka dalam satuan mg/dL. Kadar asam urat normal dapat berbeda-beda di tiap laboratorium. Jadi, mintalah bantuan dokter untuk membacakan hasil tes tersebut. Umumnya kadar asam urat normal adalah :

  • Pria Dewasa = antara 2 – 7,5 mg/dL Berapa Kadar Asam Urat Normal?
  • Wanita Dewasa = antara 2 – 6,5 mg/dL
  • Anak Laki-laki usia 10 – 18 tahun = antara 3,6 – 5,5 mg/dL
  • Anak Perempuan usia 10 – 18 tahun = antara 3,6 – 4 mg/dL
  • Pria di atas 40 tahun = antara 2 – 8,5 mg/dL
  • Wanita di atas 40 tahun = antara 2 – 8 mg/dL

Jika kadar asam urat telah melebihi batas normal diatas, artinya Anda mempunyai kadar asam urat yang tinggi. Nah sebaliknya, jika kurang dari batas kadar asam urat normal diatas, artinya Anda mempunyai kadar asam urat yang rendah.


Apa yang Menyebabkan Kadar Asam Urat Tinggi?

Banyak hal yang bisa menyebabkan asam urat tinggi. Kelebihan produksi kadar asam urat dalam tubuh atau menurunnya proses pengeluaran kadar asam urat oleh ginjal menjadi salah satu atau kedua masalah yang dapat menyebabkan asam urat tinggi. Ginjal membuang sekitar dua per tiga dari kelebihan asam urat dalam tubuh. Sementara sepertiganya lagi dibuang melalui kotoran.

Mengonsumsi alkohol berlebihan, menggunakan obat-obatan tertentu seperti aspirin, kafein, fenotiazida dan teofilin, keracunan timbal, penyakit ginjal, diabetes, toksemia kehamilan, kanker atau asupan makanan berpurin tinggi semuanya dapat mengakibatkan kadar asam urat menjadi tinggi. Disamping itu, sejumlah orang ternyata mempunyai kecenderungan bawaan dari orang tua untuk mempunyai kadar asam urat yang tinggi.

Apa yang Menyebabkan Kadar Asam Urat Rendah?

Kondisi ini jarang terjadi daripada asam urat tinggi. Dan biasanya bukan menjadi masalah yang serius. Penyakit penyakit seperti sindrom fanconi, sindrom sekresi hormon diuretik yang tak tepat (SIADH) atau penyakit hati seperti wilson bisa menyebabkan kadar asam urat menjadi rendah.

Kurangnya asupan makanan berpurin juga dapat menyebabkan kadar asam urat rendah. Disamping itu, obat-obatan seperti allopurinol (yang biasa digunakan untuk mengatasi sakit asam urat, estrogen, obat kortikosteroid dan glukosa) bisa menurunkan kadar asam urat. Satu lagi, wanita hamil juga mungkin bisa mengalami penurunan kadar asam urat sebanyak kurang lebih 33% namun kadarnya biasanya akan kembali normal diakhir kehamilan.


Mengapa Anda Memerlukan Tes Asam Urat?

Saat melakukan pemeriksaan ke dokter, adakalanya Anda diminta untuk menjalani beberapa tes kesehatan termasuk tes asam urat. Mungkin dokter akan meminta anda menjalani tes asam urat bila Anda mempunyai kondisi-kondisi dibawah ini:

  • Sakit asam urat

Sakit asam urat merupakan penyakit jenis artritis yang menyerang persendian. Penyakit ini bisa membuat persendian Anda sangat tidak nyaman, bengkak, kemerahan serta bisa membatasi jangkauan gerak Anda.

  • Batu ginjal

Batu ginjal adalah massa keras berukuran kecil (seperti batu batu kecil) yang terbentuk di dalam ginjal akibat terlalu banyak kadar asam urat. Kondisi ini bisa sering memunculkan rasa nyeri yang sangat hebat di punggung bagian bawah, muntah, muncul darah di urin, sakit perut serta sering ingin buang air kecil.

  • Asam urat tinggi saat kemo atau radiasi

Perawatan kemo dan terapi radiasi bisa menaikkan kadar asam urat. Tes asam urat digunakan untuk mengetahui berapa kadar asam urat.

Selain dapat menjadi sangat berlebihan, adakalanya kadar asam urat juga bisa menjadi terlalu rendah. Namun biasanya, dokter akan meminta Anda untuk melakukan tes lain guna mencari tahu penyebab pastinya.


Seperti Apa Tes Asam Urat Dilakukan?

Biasanya, anda tidak diminta untuk melakukan hal khusus apapun. Namun adakalanya dokter akan meminta anda untuk tidak makan dan tidak minum apapun selama 4 jam bahkan lebih sebelum melakukan tes. Dokter juga mungkin akan meminta Anda berhenti mengkonsumsi obat apapun. Jadi, pastikan Anda memberitahu dokter tentang obat apapun yang sedang dikonsumsi.

Tes asam urat sama seperti tes darah biasa dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja. Seorang petugas lab. akan:

  • Membersihkan daerah kulit yang akan disuntik jarum
  • Melekatkan tali karet disekitar lengan atas (dilakukan untuk menciptakan tekanan agar pembuluh darah bisa menonjol)
  • Memasukan jarum tipis ke pembuluh darah. Biasanya dibagian dalam lengan di siku atau dipunggung tangan.
  • Mengambil darah.
  • Melepaskan tali karet serta memasang perban dibagian lengan atau tangan yang telah disuntik.

Dokter biasanya akan meminta Anda menjalani tes lain diwaktu bersamaan untuk mencari tahu penyebab dari gejala-gejala yang tengah Anda rasakan (jika ada). Kemudian dokter akan membantu Anda untuk memahami arti dari hasil tes tersebut dan langkah apa yang selanjutnya harus Anda lakukan.


Tes Lain Seperti Apa yang Mungkin Dibutuhkan?

Berdasarkan gejala-gejala yang dirasakan (jika ada) dan apa yang sedang ingin dicari tahu dokter, Anda mungkin diminat untuk:

  • Melakukan tes untuk sakit asam urat termasuk tes yang mengambil cairan pada sendi yang terserang gejala asam urat
  • Urinalisis yakni tes urin untuk mencaritahu gejala batu ginjal termasuk memeriksa darah, sel sel darah putih dan kristal kristal dalam urin.

Jika dari hasil beberapa tes tersebut Anda terlihat tidak mempunyai penyakit asam urat maupun batu ginjal. Mungkin dokter akan meminta Anda menjalani tes darah atau urin lain. Hal ini bertujuan untuk mencaritahu apa yang sebetulnya memicu naiknya kadar asam urat dalam tubuh Anda. Berapa Kadar Asam Urat Normal?

Kondisi asam urat yang tinggi tak selalu memunculkan gejala atau keluhan yang tampak jelas. Bila kristal urat terbentuk di area persendian besar, maka baru akan muncul rasa nyeri, kemerahan dan pembengkakan yang merupakan gejala serangan penyakit asam urat.

Bila kadar asam urat melebihi batas normal, coba untuk mengurangi asupan zat purin dari sejumlah makanan. Makanan tersebut di antaranya jeroan, daging, ikan teri, ikan asin, sarden, remis, kerang dan tuna. Dengan begitu, Anda dapat mempunyai kadar asam urat normal sehingga tak terjadi pembentukan batu ginjal ataupun penyakit penyakit lain yang berkaitan.

Posted by harussehat.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *